Nama : Password :  
 
 
  Shar-E News Detail
Muamalat Bidik Pasar di Negeri Jiran
Date : Nov 9, 2007 / 15:42:33
Tinggal diperantauan kerap menimbulkan banyak persoalan. Mulai dari masalah sosial, adaptasi dengan lingkungan hingga masalah keuangan. Bagi kebanyakan orang Indonesia, terutama para TKI akan menjadi kenikmatan tersendiri bila mereka berhasil mengirimkan sebagian penghasilannya kepada sanak keluarganya di tanah air.

Selama ini, WNI yang bekerja di Malaysia tidak memiliki banyak pilihan dalam melakukan pengiriman uang ke Indonesia. Para WNI di Malaysia banyak yang menggunakan jasa money changer, Money Gram, dan Western Union dalam melakukan pengiriman uang. ''Yang paling aktif mendekati konsumen termasuk pihak KBRI adalah Western Union,'' ungkap Kuasa Usaha Ad Interim KBRI di Malaysia, Tatang B Razak.

Para tenaga kerja Indonesia yang bekerja di negeri jiran tersebut tidak hanya merupakan pahlawan devisa, tapi juga pejuang kemakmuran. ''Mereka pejuang untuk kemakmuran diri sendiri dan keluarga yang ada di Tanah Air,'' papar Tatang yang baru menjabat posisi setingkat Wakil Dubes sejak 26 Oktober lalu.

Data resmi tenaga kerja asal Indonesia yang tercatat di kantor imigrasi Malaysia, mencapai 1,2 juta orang. Sementara jumlah tenaga kerja asal Indonesia yang tidak terdaftar secara resmi, diperkirakan berkisar 800 ribu hingga 1 juta orang.

PT Bank Muamalat Indonesia (BMI) bersama mitra lokal di Malaysia, Bank Muamalat Malaysia Berhad (BMMB), melihat hal tersebut sebagai peluang bisnis yang menarik, sekaligus bermanfaat bagi para TKI. Kedua lembaga keuangan tersebut meluncurkan sistem pelayanan pengiriman uang (remittance) super cepat antar kedua negara yang diberi nama Kas Kilat. Untuk tahap awal, produk Kas Kilat ini akan dipasarkan kepada Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja di Malaysia.

Direktur Utama BMI, Achmad Riawan Amin, menuturkan sedikitnya 2 juta rakyat Indonesia yang tinggal dan bekerja di Malaysia merupakan pangsa pasar yang dapat dibidik sebagai pengguna Kas Kilat. ''Kalau kita bisa bidik 10 persen saja itu sudah bagus,'' ujar Riawan di sela-sela peluncuran Kas Kilat di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (27/10).

Selama ini pengiriman uang dari para pekerja Indonesia di Malaysia ke keluarga mereka di Tanah Air lebih banyak dilakukan dalam bentuk tunai dan diterima secara tunai (cash to cash). Bila melalui Kas Kilat, ungkap Riawan, proses pengiriman uang dilakukan dalam bentuk tunai masuk ke rekening tabungan (cash to account). ''Jadi pengiriman uangnya lebih aman dan cepat. Selain itu keluarga penerima di Tanah Air, tidak perlu mengambil keseluruhan uang yang dikirimkan secara tunai, tapi bisa disisihkan di rekening tabungan Bank Muamalat Indonesia yang dimiliki,'' paparnya.

Dalam jangka waktu 10-15 menit, kiriman uang sudah masuk ke dalam rekening tabungan pihak keluarga di Indonesia. Dengan outlet Share yang tersedia di 1.800 kantor pos di seluruh Indonesia, akan mempermudah keluarga para pekerja Indonesia dalam melakukan penarikan.

Chief Executive Officer BMMB, Dato' Abdul Manap Abdul Wahab, menambahkan dibandingkan dengan lembaga perbankan atau lembaga keuangan lainnya di Malaysia, dengan layanan tersebut biaya pengiriman yang dikenakan kepada pihak pengirim jauh lebih murah. Biaya pengiriman uang yang dikenakan pengguna Kas Kilat, sebesar 10 Ringgit Malaysia (RM). ''Sementara para kompetitor kita mengenakan service fee mencapai RM 20,'' ujar Dato' Manap.

Sebagai tahap awal layanan Kas Kilat ini akan dibuka di 18 kantor cabang BMMB yang berada di wilayah Kuala Lumpur dan Negeri Sembilan. Hingga akhir Desember 2007, layanan ini akan diperluas ke seluruh kantor cabang BMMB di Malaysia yang berjumlah 52 kantor cabang.

Tatang berharap sinergi antara BMI dan BMMB ini menjadi satu solusi bagi WNI di Malaysia dalam melakukan pengiriman uang secara cepat, mudah, aman, dan murah. ''Kalau di (negara) barat punya Western Union, maka di kita ada Kas Kilat. Dan ini merupakan bentuk Eastern union,'' tandasnya. dia

(Sumber : http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=311927&kat_id=256)
 
 
 Muamalat Bidik Pasar d...
 Mengejar Target Market...
 Muamalat Lead Arranger...
 Bank Muamalat akan Aku...
 Bank Muamalat Targetka...
 Bank Muamalat Butuh Mo...
 Muamalat dan Permata S...
 Bank Muamalat Berikan ...
 BI Dorong Bank Syariah...
 Bank Muamalat Buka Kan...

Indeks Berita >>
Copyright © 2004-2004 Shar-E. All Right Reserved