| Muamalat Lead Arranger Pembiayaan Internasional Rp 300 Miliar |
| Date : Nov 9, 2007 / 15:40:26 |
|
JAKARTA - Bank Muamalat Indonesia (BMI) berencana melakukan sindikasi pembiayaan internasional senilai Rp 300 miliar bulan ini. Sindikasi tersebut dilakukan bersama dengan anak perusahan bank syariah tersebut, PT Al Ijarah Indonesia Finance (Alif) dan beberapa bank syariah asal Timur Tengah seperti Bank Boubyan Kuwait dan International Leasing and Investment Company (ILIC) Kuwait. `'Kita akan melakukan sindikasi pembiayaan internasional Rp 300 miliar akhir Agustus mendatang. Mengenai detailnya tanyakan kepada Pak Tomo (Dirut Alif),'' kata Direktur Utama BMI, Ahmad Riawan Amin, Rabu, (1/8).
Dana sindikasi akan digunakan untuk membiayai proyek kelistrikan di Indonesia. Namun, Riawan mengaku belum dapat menyebutkan secara terperinci mengenai pembiayaan proyek kelistrikan tersebut.
Menurut Riawan terdapat beberapa alasan sindikasi pembiayaan internasional dilakukan. Salah satunya adalah dorongan Wapres Jusuf Kalla agar bank syariah mulai melakukan pembiayaan dengan nilai cukup besar. Sebabnya, Wapres berharap bank syariah Indonesia tidak hanya beprestasi di industri perbankan nasional, tapi juga internasional. `'Bank syariah diharapkan tidak hanya jadi bank syariah lokal, tapi juga bank internasional,'' katanya.
Direktur Utama Alif, Herbudhi S Tomo membenarkan adanya rencana sindikasi pembiayaan Rp 300 miliar tersebut akhir Agustus mendatang. Saat ini, sindikasi tersebut masih dalam tahapan proses persiapan. `'Saat ini masih dalam tahapan proses. Jadi, kami belum bisa ceritakan info terperinci,'' katanya.
Tomo juga membenarkan sindikasi tersebut digunakan untuk menjaring dana investasi pembiayaan proyek kelistrikan. BMI berperan sebagai lead arranger dalam sindikasi tersebut. `'Iya memang kita akan gunakan untuk membiayai kelistrikan dan lainnya. Yang menjadi lead arranger adalah Bank Muamalat,'' katanya.
Tomo juga menyebutkan, salah satu alasan dilakukannya sindikasi adalah untuk menyiasati batas maksimal pemberian kredit (BMPK) bank syariah. Dengan adanya sindikasi tersebut, maka pembiayaan bernilai ratusan miliar rupiah dimungkinkan.
Alif merupakan anak perusahaan BMI bersama dua bank syariah lain asal Timur Tengah. Modal dasar Alif saat ini tercatat senilai Rp 105 miliar. Modal tersebut merupakan dana patungan bersama antara BMI, Bank Boubyan Kuwait, dan ILIC Kuwait.
Indosat Gandeng BMI
Di Surabaya, PT Indosat menggandeng Bank Muamalat Indonesia (BMI) lewat produk Shar-E sebagai upaya memenuhi komitmen untuk memberikan layanan terbaik bagi outlet dan frontliner, yaitu IOC (Indosat Outlet Community), ICC (Indosat Canvaser Club) dan FMC (Frontliners Mentari IM3 Matrix Club) .
" Kami menyadari peran IOC, ICC dan FMC sangat penting, sehingga sudah selayaknya Indosat memberikan layanan terbaik bagi mereka. Kami menggandeng Shar-E sebagai sarana realisasi reward kepada outlet dan frontliner,"kata Asep Suhendi, Head Of East Java Bali Nusra PT Indosat (Tbk), ketika ditemui disela-sela acara Launching Kartu Shar-E Muamalat - FMC Surabaya, Jumat (27/7).
Indosat memiliki program reward bagi anggota IOC, ICC dan FMC, yaitu pemberian poin untuk setiap penjualan produk Indosat maupun aktivitas yang lain.
(sumber : http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=302251&kat_id=256) |
|
|
|
|