| Muamalat dan Permata Syariah, Terbaik 2006 |
| Date : Feb 28, 2007 / 15:49:35 |
|
JAKARTA - Bank Muamalat dan Permata Syariah masing-masing berhasil meraih penghargaan paling banyak pada Islamic Banking Award 2006, yang diselenggarakan Karim Business Consulting (KBC), Sabtu, (17/2).
Bank Permata Syariah meraih lima penghargaan sebagai unit usaha syariah (UUS) beraset di atas Rp 100 miliar terbaik 2006 dalam berbagai kategori. Sedangkan, Bank Muamalat meraih enam penghargaan sebagai bank umum syariah terbaik pada tahun sama.
Keenam penghargaan Bank Muamalat terdiri dari penghargaan sebagai (the best full-fledged Islamic bank), (the most profitable), (Top new third party fund gainer), (Top of Mind), (The Most Convenient Musholla), (The Most Efficient Bank),
Direktur Utama Bank Muamalat Indonesia (BMI), Ahmad Riawan Amin, mengaku bersyukur atas tiga penghargaan yang diraih bank syariahnya. ''Saya kira ini penghargaan ini tidak hanya untuk Muamalat saja tapi juga industri,'' katanya.
Riawan, mengakui pangsa perbankan syariah saat ini masih cukup kecil dibandingkan perbankan konvensional. Hingga Desember 2006, pangsa perbankan syariah hanya mengkomposisi sekitar 1,56 persen. Karena itu, seluruh bank syariah perlu bekerja sama secara produktif agar dapat mendorong perkembangan industri dengan lebih pesat. Riawan menegaskan, beragam produk dan jaringan yang dimiliki perbankan syariah, lebih bertujuan mensyariahkan perbankan nasional, bukan mensyariahkan bank syariah.
Riawan berharap agar lembaga keuangan syariah bersama membangun sharia in corporated. ''Yang paling mudah untuk bekerjasama saat ini adalah melalui produk dan jaringan bersama. ATM Bersama kita sudah melakukannya. Dan untuk produk kami akan terus mengembangkannya.''
Sedangkan General Manager (GM) Bank Permata Syariah, Ismi Kushartanto mengakui, prestasi tersebut menunjukkan performa kinerja bisnis bank syariahnya meningkat cukup signifikan. Selain itu, kualitas layanan Permata Syariah juga tidak kalah dibandingkan bank konvensional lainnya. ''Selama ini ada yang mengeluh kualitas layanan perbankan syariah kurang baik. Saya kira kita sudah bisa menjawabnya. Ini awal yang bagus,'' katanya.
Penghargaan atas DPK Permata Syariah, diraih karena meningkatnya efisiensi dan optimalisasi kinerja bisnis UUS-nya. Selain itu, penerapan kebijakan pembukaan layanan syariah di ratusan kantor cabang induk konvensionalnya (Office Channelling) turut mendorong peningkatan DPK.
Hingga akhir Desember 2006, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) Permata Syariah per Desember 2006 meningkat 343 persen menjadi Rp 212,2 miliar dibandingkan DPK per Desember 2005, Rp 47,9 miliar. Sekitar 23 persen di antaranya dihimpun melalui 188 kantor cabang OC (Office Channelling). Penyaluran pembiayaan per Desember 2006 meningkat 65,93 persen menjadi Rp 164,1 miliar dari pembiayaan per Desember 2005, Rp 98,9 miliar.
Permata Syariah mulai membukukan laba (Unaudited) per Desember 2006 sebesar Rp 4,6 miliar. Pada periode sama tahun sebelumnya, Bank Permata Syariah masih merugian hingga Rp 6 miliar. Hingga akhir Desember 2006, aset Permata Syariah meningkat 132,51 persen menjadi Rp 387,6 miliar dibandingkan periode sama 2005, Rp 166,7 miliar.
Bank BNI Syariah meraih penghargaan sebagai UUS dengan layanan ATM terbaik. Sedangkan, Bank DKI Syariah mendapat penghargaan sebagai UUS bank BPD terbaik. Kelima kategori penghargaan Bank Permata Syariah terdiri dari tiga penghargaan kualitas kinerja terbaik dan dua kualitas layanan terbaik.
Ketiga penghargaan kinerja adalah penghargaan sebagai UUS terbaik secara keseluruhan (the Best Sharia Unit), UUS dengan pertumbuhan pangsa dana pihak ketiga tertinggi (the most growing third party fund market share), dan pemeroleh pangsa DPK terbaru tertinggi (Top new third party fund market gainer).
Sedangkan, kedua penghargaan kualitas layanan adalah penghargaan sebagai UUS berkualitas terbaik secara keseluruhan (the best overall service quality) dan UUS dengan pegawai layanan konsumen terbaik (the best customer service).
Menurut Direktur Utama KBC, Adiwarman Azwar Karim, penganugerahan berbagai penghargaan bagi Bank Permata Syariah dan Bank Muamalat didasarkan pada sejumlah pengkajian lembaga konsultannya. Pengkajian berdasarkan penelitian tahun lalu. Penelitian menggunakan dua metode yakni mistery shopper dan survey konsumen. ''Jadi, kita menggunakan dua metode dalam menilai performa seluruh bank syariah tahun lalu. Baik dengan mendatangi langsung bank syariahnya maupun dengan survei konsumen,'' katanya. aru/sya
'Perkuat Kerjasama Lembaga Syariah'
JAKARTA--Bank Indonesia (BI) berharap pasar bisnis syariah bisa meningkat melalui pengembangan semangat berjamaah dan silaturahim antar sesama pelaku keuangan syariah.
Harapan BI, Burhanuddin Abdullah itu disampaikan Deputi Gubernur BI, Mulyawan D Haddad pada Islamic Finance & Quality Award 2007 yang diselenggarakan Karim Business Consulting (KBC), Sabtu (17/2) di Jakarta. ''Award atau penghargaan yang telah diraih tiap industri lembaga keuangan syariah ini, diharapkan makin memberikan semangat bagi kita semua untuk memperkuat lembaga keuangan syariah,'' ujar Mulyawan.
Ia mengakui, saat ini pangsa pasar lembaga keuangan syariah, kurang dari dua persen. Dengan target sebesar lima persen pada tahun 2008 mendatang diharapkan dapat etrcapai melalui kerjasama antar pelaku industri syariah. ''Sharia in corporated perlu terus diciptakan agar lembaga ini makin kokoh. Praktisi, DSN MUI, dan regulator perlu bekerjasama untuk meningkatkan aset dan pangsa pasar industri syariah,'' ujarnya.
Mulyawan juga mengharapkan, dengan kerjasama dan meningkatkan silaturahim (komunikasi) antarsesama pelaku lembaga keuangan syariah ini juga diciptakan dalam mengembangkan produk-produk yang inovatif. ''Produk-produk syariah harus kita driving lagi agar mampu bersaing dengan lembaga lainnya,'' harapnya.
Presiden Direktur PT Syarikat Takaful Indonesia (STI), Wan Zamri Wan Ismail mengatakan, award itu akan memacu lembaga keuangan syariah untuk terus menghadirkan produk-produk syariah yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan mengembangkan jaringan agar mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat. ''Award ini terasa sangat membanggakan, karena dihasilkan berdasarkan survei yang dilakukan KBC pada nasabah lembaga keuangan syariah. Ini menjadi bukti, bahwa lembaga keuangan syariah khususnya Takaful, telah memiliki brand image yang bagus di masyarakat,'' ujar Wan Zamri.
Ia menambahkan, penghargaan ini terasa makin membanggakan, karena penghargaan serupa, belum pernah diadakan oleh Malaysia yang lebih dulu mengembangkan lembaga keuangan syariah dibanding Indonesia.
Presiden Direktur FIF, Ida P Lunardi menyatakan kebahagiaannya ats keberhasilan FIF Syariah yang meraih penghargaan tertinggi kategori Top of Mind Islamic Multifinance. ''Kepercayaan nasabah memberikan semangat bagi kami untuk selalu memberikan layanan terbaik bagi nasabah,'' ujarnya.
(Sumber Berita : http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=283184&kat_id=256) |
|
|
|
|